Sabtu, 16 April 2011

Rakyat Jerman Berani Lempari Presidennya dengan Telur

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN-- Presiden Jerman Christian Wulff tak mempedulikan serangan telur oleh seorang penyerang Kamis (14/4), dan mengatakan itu lah resiko yang mesti diterimanya karena bersentuhan dengan masyarakat.
Wulff, kepala negara termuda dalam usia 51 tahun di negeri tersebut, baru saja tiba di kota Wiesbaden di Jerman timur, ketika seorang pria yang berusia 48 tahun di antara kerumunan orang mulai melempari dia dengan telur, kata polisi dalam satu pernyataan.
"Pakaian presiden federal itu kotor," kata pihak berwenang. "Presiden sendiri tak apa-apa." Wulf disertai oleh Perdana Menteri Negara Bagian Hesse Volker Bouffier, yang juga terkena kuning telur.
Polisi membekuk orang yang melemparkan telur segera setelah ia melancarkan serangannya dan membawa dia ke tahanan. Presiden Jerman tersebut mengatakan kepada wartawan ia telah meminta agar pengamanan dilakukan selonggar mungkin.
"Saya ingin mengadakan kontak dengan warga," kata Wulf sebagaimana dikutip. "Itu berarti dilempari telur sekarang dan nanti." Tak lama setelah itu, ia tampil dengan jaket baru dan berpose untuk diambil gambarnya bersama sekelompok warga yang menghadiri acara Girl's Day di gedung parlemen negara bagian tersebut.
Pada 1991, perdana menteri saat itu Helmut Kohl diserang oleh pengunjuk rasa dengan lemparan telur, tomat dan cat di kota Halle di Jerman timur. Pemimpin Jerman yang geram itu mengejar para penyerangnya tapi stafnya dan penjaga ketertiban mencegah dia melancarkan pukulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar